Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

Energi di Bandung yang Sunyi

      Kerikil tajam aku hadang, aku berdiri di bawah awan panas yang menggantung. Aku menelusuri kota dengan menopang beban. Dan sayapku, sudah hilang separuh. Jikalau terbang, tak sesempurna dahulu. Tatapanku yang sayu menatap kejinya dunia sembari menunggu motor tua kakek yang tak juga muncul. Kakek tak tiba juga sampai alam swastamita memudarkan warnanya. Alam swastamita sudah benar-benar menyisakan cahaya malam yang tak begitu aku suka. Sebab, malam bagiku hanya tempat makhluk Tuhan menikmati sesaknya dalam-dalam. ....... Aku termenung di halte dekat kampusku. Aku...      Aku melupakan motor kakek, beristirahat dalam ruangan yang cukup luas lebih membuat diriku tenang. Aku tak lagi merasa lelah menunggu. Kamar sepetak cukup untuk aku merenungi segala hal di tengah kota Bandung yang bagiku lebih sunyi dibanding kota kelahiranku. Aku di sini bebas menikmati hari, bebas meneliti debu dan bergaya sesukaku, sesuai yang aku mau.       Dart...

03-05-2024 "Ibu dan Aku di Perantauan

Siulan telpon genggam sedikit mengganggu tidurku, tapi aku tak apa sebab aku suka jika layar bercahaya itu tertulis jelas nama "Momster" Nama yang ku pakai untuk kontak WhatsApp ibuku. Ibu di sebrang sana mengadu. Katanya, 4 insan yang semula bahagia kini sedang terbaring lemah di atas ranjang berwarna monokrom. Tadi aku bahagia, sekarang aku meredupkan bahagia itu, bayanganku pada dunia yang biru kini menjadi buram. Aku tak memikirkan bahagia untuk sekarang. Aku ingin ibu sehat dan jiwa lainnya sehat. Pikiranku kadang meminta pulang. Aku merasa tak nyaman. Aku khawatir, aku merasa ada sembilu yang menusukku secara perlahan.  Persoalan bangun dari ranjang tadi, Siulan itu melepaskan rekatan yang sudah erat antara tubuh dan ranjangku. Ibu membuat telpon genggam di atas meja coklat berdering, katanya di sebrang sana "Kamu kuliah hari ini?" Aku hendak menjawab tapi seperti ada yang berbeda "Kemana" Aku merindukan suara lantangnya sekarang. "Kemana suara ...